Review DJI Mavic Air, Apakah Di Tahun 2020 Masih Layak Untuk Di Beli?

Hai gaes, kali ini saya akan melakukan review drone DJI Mavic Air generasi pertama, karena beberapa hari yang lalu DJI mempublishasikan DJI Mavic Air 2 yang akan menggantikan generasi pertama di lini produk mavic air. Saya melihat begitu banyak perbedaan yang signifikan dan penambahan fitur-fitur yang melimpah di generasi ke-2 ini dibandingkan dengan generasi pertama, sehingga saya bertanya-tanya apakah DJI Mavic Air masih layak untuk di beli?.

Saya sebelumnya telah memiliki DJI Mavic Air sekitar february 2020 yang lalu, ini merupakan drone pertama saya, lalu saya membeli drone lagi yaitu DJI Mavic 2 Pro setelah itu beli lagi DJI Inspire 2, drone-drone tersebut saya pakai sebagai hobi saja. Saya membeli unit ini dengan harga sekitar 14juta untuk versi paket Fly More Combo, DJI menjual produk DJI Mavic Air dalam 2 versi yaitu versi Basic dan versi Fly More Combo.

Dibanding versi Basic yang hanya mendapatkan Unit Drone, Remote, 1 buah batery, charger saja, pada versi Fly More Combo saya mendapatkan 3 buah batery, 1 Unit Drone, 1 Remote, 1 Tas, Sparepart dan accessoris lengkap, lalu ada pelindung khusus supaya drone tetap aman ketika menabrak dinding.

Pengoperasian

Drone ini sangat mudah untuk dioperasikan, hanya perlu aplikasi DJI Go 4, akun DJI dan mendaftarkan produk yang masih baru ini ke database DJI, jika tidak ada permintaan pendaftaran produk berarti produk DJI ini adalah barang seken. Jadi intinya jika ini barang baru berati dia harus didaftarkan terlebih dahulu ke database DJI supaya bisa digunakan melalui aplikasi DJI Go 4 dan proses pendaftaran produk ini membutuhkan koneksi internet dan biasanya dia juga meminta untuk melakukan update firmware sehingga dibutuhkan baterai yang terisi penuh, selanjutnya drone bisa diterbangkan tanpa koneksi internet.

Jarak Terbang

Untuk jarak terbang saya sepertinya harus sedikit menjelaskan tentang sinyal FCC dan ECC, pada FCC sinyal radio dihasilkan dari tegangan sekitar 1.4v mengikuti regulasi radio pemancar yang ada di amerika sedangkan ECC sinyal radio dihasilkan dari tegangan 0.4v mengikuti regulasi yang ada di Uni-Eropa dan sayang sekali Indonesia mengikuti regulasi Uni-Eropa yaitu menggunakan sinyal ECC yang dihasilkan dari tegangan 0.4v berbeda sekali dengan FCC.

Pada DJI Mavic Air sebenarnya mendukung 2 jenis sinyal FCC dan ECC, hal ini akan secara otomatis aktif mengkuti lokasi GPS drone tersebut. Dari pengalam saya terbang dengan drone ini, DJI Mavic Air hanya mampu terbang dengan jarak 200m di area perumahan yang cukup banyak halangan seperti tembok rumah dan pohon, dan di area terbuka seperti sawah drone bisa terbang dengan jarak 400m.

Ketika membandingkan dengan DJI Mavic Air 2 dimana ia diklaim mampu terbang dengan jaran 5K di sinya ECC dan 10KM di sinyal FCC menurut kamu apakah Mavic Air generasi pertama ini masih layak untuk di beli?

Durasi Terbang

DJI mengklaim bahwa Mavic Air generasi pertama ini mampu terbang dengan durasi sekitar 21 menit, namun dalam praktik saya hanya mendapati bahwa DJI Mavic Air hanya mampu terbang sekitar 14 menit saja.

Jika dibandingkan dengan DJI Mavic Air 2 yang di klaim mampu terbang hingga 34 menit menurut kalian apakah DJI Mavic Air generasi petama masih worth-it di tahun 2020?.

Kamera

Drone ini memiliki sensor 12 Megapixel dengan 3-axis gimbal yang mampu mengambil gambar 4k dan video HD 60fps, ada banyak fitur pada kamera drone ini dan salah satu fitur yang saya sukai pada drone ini adalah pengambilan gambar panorama 360. Saya lebih sering menerbangkan drone ketinggian 120 meter untuk mengambil gambar panorama 360 lalu mengupload foto tersebut di Facebook, jadi membuat postingan facobook terasa beda dengan yang lain.

Namun bila dibandingkan dengan Mavic Air 2 yang memiliki sensor kamera 48 megapixel alias empat kali lipat lebih tinggi plus dengan fitur yang lebih melimpah dan lebih ditingkatkan bahkan bisa mengambil gambar 8K menurut kamu masih layak kah untuk di beli?.

Harga

Harga baru Mavic Air di tahun 2020 berkisar antara 7 sampai 8 jutaan untuk yang basic yang artinya harganya munkin sekitar 1 – 2 juta lebih mahal dibanding dengan DJI Mavic Mini versi fly more combo (di luar model versi Mavic Air) yang harganya sekitar 6jt-an dan Mavic Air 2 berkisar 12jt-an untuk versi basic. Namun harga mungkin akan lebih bervariasi jika harga barang bekas juga diikut sertakan,

Kesimpulan Dari Pengalaman

Jujur karena saya telah memiliki DJI Mavic 2 Pro, saya hampir tidak pernah menggunakan DJI Mavic Air lagi, drone nya lebih banyak nganggur di lemari dan menjadi penghias kamar tidur saya saja, munkin jika Mavic Air merupakan satu-satunya drone yang saya miliki pasti saya akan lebih sering menggunakannya.

Menurut pendapat pribadi apakah DJI Mavic Air generasi pertama masih layak untuk dibeli atau tidak saya berkesimpulan bahwa drone ini sudah tidak layak untuk dibeli mengingat harganya yang masih cukup mahal untuk drone dengan kamera 12 megapixel dan hanya mampu terbang 14 menit dengan jarak 200 meter-an, saya yakin anda akan merasa kurang.

Teman saya pernah mencoba menerbangkan DJI Mavic Pro yang harga sekennya sekitar 7jt-an hingga berjarak 17 Kilometer, bayangkan ketika anda memiliki drone Mavic Air yang hanya mampu terbang dengan jarak 200 meter-an saja dengan harga yang sama, namu ya itu semua terserah pendapat pribadi masing-masing sih kalo menurut saya.

Review Kamera CCTV Beresolusi 4K Arlo Ultra, Berikut Keunggulan Dan Kekuranganya Dari Pengalaman

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Hai gaes di artikel kali ini saya akan membuat sebuah artikel review mengenai kamera CCTV yang kurang lebih dalam 3 bulan ini sudah saya pakai, yaitu Arlo Ultra dimana CCTV ini mampu merekam video pada resolusi 4K. Kamera CCTV ini saya beli melalui Tokopedia dengan harga diatas 12JT, dimana dengan uang 5jt munkin anda juga sudah mendapatkan paket Kamera CCTV komplit namun tentunya belum 4K ya. Saya akan mengulas apa saja fitur-fiturnya, Apa saja yang saya harapkan dari kamera CCTV ini. Anda bisa melihat gambar berikut sebagai bukti pesanan saya dari tokopedia.

Apa Saja Yang Ada Di Dalam Paket?

Sayang sekali saya tidak sempat memfoto unboxing ketika paket datang ke rumah karena memang saya tidak berniat untuk melakukan review berupa Video maupun Artikel, namun ketika melakukan pencarian informasi menganai Arlo Ultra ternyata masih sedikit artikel yang mengulas tentang kamera Arlo Ultra ini dalam bentuk bahasa Indonesia jadi saya pikir akan kubuatkan artikelnya.

  • Didalam paket CCTV Arlo Ultra yang harganya 12jt ini saya mendapatkan 2 buah kamera Arlo Ultra yang mampu merekan resolusi 4K pada kamera ini juga dilengkapi lampu LED dan mendukung perakaman hitam putih untuk low light.
  • Lalu ada 1 buah SmartHub yang berfungsi sebagai base station penerima data transmisi video secara wirreless dari kamera-kamera yang terhubung lalu dapat disimpan di Cloud maupun SD Card dan SamrtHub ini mampu terhubung hingga 15 kamera.
  • Satu buah charger Kamera Arlo Ultra 4K, berfungsi untuk mencharger kameranya karena kamera ini menggunakan baterai.
  • Satu buah adaptor untuk SmartHub berfungsi mensuplai listrik ke SmartHub dengan kabel yang tertanam dengan adaptornya sehingga tidak bisa di copot seperti kabel USB, SmartHub ini tanpa baterai yaa.
  • Lalu satu buah kabel charger khusus arlo ultra, dengan panjang kurang lebih 2 – 3 meter.
  • Lalu ada dus, manual book, sekrup, dll.

Anda bisa mengecek deskripsi lengkapnya di lapak yang saya beli di tokopedia https://www.tokopedia.com/varabotz/arlo-ultra-4k-uhd-wire-free-2-camera-system-cctv

Hal yang sedikit lucu di paket penjualan ini adalah jumlah kabel charger nya yang hanya satu buah padahal disini ada 2 buah kamera Arlo Ultra. Saya katakan lucu karena kabel charger Arlo Ultra ini khusus, anda tidak bisa menggunakan kabel charger USB lain kecuali untuk chargernya yang masih menggunakan port USB, sehingga walaupun hanya 1 buah charger tetap masih bisa menggunakan charger smartphone. Ingat “kabel charger” dengan “charger” itu beda.

Melengkapi Kekurangan Di Dalam Paket Penjualan

Untuk melengkapi beberapa komponen yang saya rasa masih kurang yaitu kabel charger, saya membeli kabel charger arlo ultra secara terpisah di link berkut https://www.tokopedia.com/ganesne/power-cord-for-arlo-ultra-4k-uhd-magnetic-chanrging-cable-waterproof yang harganya sekitar 268.000 Supaya bisa mencharger kamera Arlo Ultra secara bersamaan.

Selain kabel charger, saya juga membeli memory SD Card 64GB seharga 100rb di toko terdekat (tidak membeli secara online) dan Router wifi untuk menghubungkan SmartHub ke internet seharga 400rb-an.

Proses Pemasangan Kamera CCTV Arlo Ultra

Dalam proses pemasangan cukup simpel dan mudah sekali, sepertinya tidak membutuhkan teknisi khusus, Anda bisa melihat foto yang saya ambil, kamera CCTV saya pasang menggantung di tiang kayu begitus saja, lalu SmartHubnya juga saya taruh ala kadarnya, Ada accessoris khusus untuk menaruh smarthub di dinding tetapi saya tidak membelinya dan Saya juga perlu router untuk menghubungkan SmartHub ke internet.

Dalam proes pemasangan saya membutuhkan 1 buah Charger lagi, disini saya menggunakan charger smartphone yang sudah tidak terpakai dan kabel listrik pln 2 pin biasa yang cukup panjang sekitar 25 meter, karena salah satu kamera saya taruh di luar rumah.

Supaya CCTV Arlo Ultra dapat beroprasi saya membutuhkan jaringan internet, smartphone dan aplikasi Arlo lalu membuat sebuah akun. Melakukan beberapa pengaturan supaya kedua kamera dapat terhubung di SmartHub. Perlu diperhatikan, kamera ini membutuhkan jaringan internet supaya dapat beroprasi.

Media Penyimpanan Video Yang Telah Direkam

Ada 2 buah opsi penyimpanan video yaitu Cloud dan SD Card, anda bisa melihat pada screenshot diatas ada opsi Cloud dan Taufiq Hidayat (Sd Card). SmartHub ini hanya kompatibel dengan SD Card tidak seperti kamera CCTV lainnya yang menggunakan HDD / SSD.

Untuk Cloud masih perlu berlangganan lagi sekitar $8 per bulan atau sekitar 150rb an. Namun jika tidak ingin menambah beban biaya bulanan masih bisa menyimpan video yang telah direkam ke SD Card. Dengan memory SD Card 64GB sepertinya cukup bagi saya untuk merekam video selama 1 bulan dan ketika memory penuh maka perekaman tetap berlanjut dengan cara video paling lama akan dihapus secara otomatis untuk membebaskan ruang memory.

Pengalaman Selama 3 Bulan Memakai Arlo Ultra

Ada beberapa poin-poin khusus yang sepertinya perlu diperhatikan:

  • Tidak semua charger smartphone kompatibel dengan kamera Arlo Ultra, seperti yang saya bilang saya menggunakan 1 buah charger smartphone dan 1 charger arlo karena ada 2 kamera. ketika charger tidak kompatibel maka akan ada notifikasi “tegangan terlalu tinggi” atau terkadang persentase baterai tidak bertambah walaupun di chas berjam-jam.
  • Jika baterai kamera habis total maka tidak bisa langsung mencharger kamera. saya perlu mencopot baterai dari kamera yang artinya saya harus menurunkan kamera lalu membuka casing dan mencopot baterai lalu memasangnya lagi. Saya tidak tau mengapa, saya curiga kamera Arlo Ultra sepetinya perlu direset dengan memutus total aliran listrik dari baterai.
  • Ketika membuka video yang di SD Card melalui aplikasi Arlo, saya perlu mengkoneksikan wifi smartphone saya dengan jaringan internet yang di pakai SmartHub. Misalnya SamrtHub terhubung di jaringan indihome lalu smartphone saya terhubung melalui wifi tetangga atau jaringan 4G telkomsel maka saya tidak bisa membuka video-video yang tersimpan di SD Card.
  • Saya bisa meliha live stream kamera CCTV dari jarak jauh yang menurut saya ini adalah keunggulanya. Karena Arlo Ultra memerlukan jaringan internet kamera tetap bisa di akses secara jarak jauh. Misalnya rumah saya di Jogjakarta dan saya sedang berada di Bali, saya tetap bisa mengakses kamera CCTV Arlo Ultra dari Bali selama SmartHub tetap terhubung ke internet, kekurangannya saya tidak bisa mengakses video yang telah tersimpan di SD Card, hanya bisa melihat live stream dari kameranya.
  • Live stream dari kamera arlo bisa di share ke teman-teman, cara supaya dapat di share maka teman atau kerabat perlu membuat akun arlo, lalu add friend dan berikan akses kamera tertentu kepada akun tersebut.
  • Satu-satunya biaya bulanan supaya CCTV ini dapat beroperasi adalah biayaya jaringan internet yaitu sekitar 100rb.

Saya pikir seperti itu review saya dari pengalaman menggnakan kamera CCTV Arlo Ultra, semoga bermanfaat. Sayangnya kamera CCTV ini merupakan kamera CCTV pertama saya sehingga saya tidak dapat membandingkannya dengan kamera CCTV yang lain.

Review Mouse Keren MX Master 3 Dari Logitech Cocok Untuk Gamer, Designer dan Konten Kreator

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Hai gaes, kali ini saya akan mereview sebuah Mouse wireless keren, mouse yang saya review ini bukanlah mouse sembarang mouse melainkan mouse sultan dari Logitech dengan model MX Master 3 yang harganya sekitar hampir 3jt-an. Buat kalian yang biasa memakai mouse wireless yang harganya sekitar 60rb-an pasti penasaran, hal apa saja sih yang bisa didapat dari Mouse dengan harga yang jika dipikir-pikir bisa dapat 1 buah smartphone?.

Mouse dari Logitaech ini memiliki keunggulan yang paling mencolok yang ada di bagian scroll-nya, Logitech menyebutnya sebagai teknologi SmartShift. SmartShift pada mouse ini membuatnya enak untuk melakukan gulir ke atas dan ke bawah, ada dua mode smartshift yaitu FreeSpin dan Ratchet. Dalam mode freespin ketika anda melakukan scroling maka scroll akan berputar sangan mulus, menurut saya ini cocok bagi programmer yang akan membantu mereka untuk memperbaiki kode-kode yang jumlahnya udah ribuan baris, bahkan didalam deskripsi situs Logitech tertulis scroll 1000 alenia dalam 1 detik. Dan sedangkan dalam mode Ratched, ketika anda melakukan scrolling maka scroll akan terasa sedikit di rem sehingga akan terasa seret.

Dari segi desain Mouse ini menurut saya memiliki desain yang telah di upgrade dari pendahulunya. Pada tombol scrol vertical di moise MX Master 3 ini memiliki ukuran yang agak besar amun memiliki body yang agak lebih kecil dari mouse MX Master 2. Lalu 2 buah tombol next dan previouse terjejer dengan tampang lebih simetris sehingga enak untuk dilihat dan di tekan.

Konektifitas

Kita tau gadget jaman sekarang udah memakai USB Type-C, tak ketinggalan pada mouse ini ia juga telah di benamkan teknologi USB Type-C sehingga bisa memanfaatkan accessoris kabel USB Type-C dari gadget-gadget terbaru. Lalu dibagian Wireless nya telah tertanam Bluetooth rendah daya, pihak Logitech mengklaim bahwa dengan teknologi ini, Mouse MX Master 3 dapat digunakan hingga 70 hari non-stop dalam keadaan baterai telah terisi penuh, dan hanya butuh 3 jam untuk men-charger baterai hingga penuh.

Fitur Flow

MX Master 3 memiliki sebuah fitur yang disebut Flow, ini memungkinkan perangkat mouse ini untuk dapat terhubung dengan 3 Laptop sekaligus. Berganti-ganti perangkat tak perlu pairing berulang kali, cukup arahkan pointer ke perangkat ke 2 atau ke 3. Anda juga bisa melakukan copy paste text antar perangkat menggunakan fitur Flow ini.

Pada gambar diatas anda bisa melihat angka 1, 2 dan 3 yang digunakan sebagai indikator bahwa mouse sedang terhubung ke perangkat pada tertentu. Misalnya jika mouse terhubung dengan laptop 1 yang ditandai dengan indikator angka 1, maka lampu LED pada indikator nomor 1 pada mouse akan hidup.

Kesimpulan

Dibanding versi sebelumnya yaitu MX Master 2, Mouse MX Master 3 memiliki keunggulan diantaranya disain yang lebih ringkas sehingga muat di pakai pada orang dengan tangan yang agak kecil, lalu suara scrolling yang lebih di redam anda tidak akan mendengar suara krek ketika melakukan scroling. Selain itu dukungan port USB Type-C menandakan bahwa Mouse ini memang telah siap untuk ikut migrasi ke Type-C dan meninggalkan port mini USB.

Over-all saya yang notabene lebih banyak menghabiskan waktu untuk koding merasa cocok sekali menggunakan mouse ini karena copas kode program dari perangkat satu ke satunya lagi sangat mudah, yah kita tau sekarang kebanyakan untuk membuat skript lebih banyak copas di situs stackoverflow dari pada nulis sendiri. Selain itu fitur freespin benar-benar membantu dalam menjelajahi kode skript koding saya.

Review Pertama Apple Watch Series 5 Aluminium, Apakah Tanpa iPhone Apakah Bisa Di Pakai?

Assalamu’alaikum coy! Di postingan sebelumnya saya telah membuat artikel mengenai review laptop Zephyrus S GX701GXR dan drone DJI Inspire 2, dan pada artikel kali ini saya akan mereview salah satu jam tangan kesukaan saya yaitu Apple Watch Series 5. Saya memiliki barang ini sekitar sejak september 2019 lalu dan saya pakai sampai sekarang, nah dari pengalam saya ini saya ingin berbagi suka dukanya memiliki Apple Watch Series 5 ini.

Apple Watch Series 5 ini merupakan smartwatch pertama saya, saya membelinya secara online di tokopedia dan kalau gak salah harganya sekitar 7.3jt untuk varian aluminium dengan ukuran 44mm. Ada beberapa ukuran di produk Apple ini yaitu 40mm dan 44mm lalu variannya ada aluminum, stainless steel, titanium, dan ceramic. Dan Aluminium merupakan varian yang paling murah dari ke-3 jenis varian yang ada.

Review

Apple Watch Series 5 Tidak Bisa Di Pakai Tanpa iPhone Dengan IOS 13 ke Atas

Salah satu pengealaman yang bikin saya kesal adalah ternyata Apple Watch ini tidak bisa dipakai jika anda tidak memiliki iPhone dengan Sistem Operasi IOS 13, dulu ketika saya membeli Apple Watch ini saya pikir masih bisa dipakai setidaknya fungsinya sebagai jam tangan saja namun ternya tidak bisa sama sekali. Smartwatch ini membutuhkan verifikasi iphone selama aktifasi untuk pertama kali, jadi ketika Apple Watch Series 5 ini untuk pertama kalinya dihidupkan, maka akan menampilkan barcode khusus yang hanya bisa di verifikasi oleh iphone yang memiliki IOS 13.

Karena saya tidak memiliki iPhone jadi Smartwatch ini nganggur beberapa bulan, lalu saya mencoba mencari tahu model iphone paling murah apa saja yang bisa dipakai untuk di tautkan dengan Apple Watch Series 5 ini dan ketemulah yaitu iPhone SE, karena iPhone SE merupakan seri iPhone dengan sepesifikasi yang sama dengan iPhone 6 dan mendapatkan dukungan IOS 13.

Penunjuk Arah Pada Apple Watch Series 5

Penunjuk arah pada Apple Watch Series 5 ini tidak seperti di Google Map yang seperti biasa pada google map akan ada jalan berwarna biru yang mengarah dari lokasi anda ke lokasi tujuan. Berbeda dengan google map, pada Apple Watch anda hanya mendapatkan petunjuk berupa text atau tulisan-tulisan berisi petunjuk contohnya “Setelah 100 meter belok kiri ke jalan imam bonjol” contohnya seperti itu.

Apple Watch Lebih Sering Saya Pakai Untuk Olah Raga

Fitur yang paling berguna pada Apple Watch Series 5 ini saya rasa adalah fitur olahraga, misalnya ketika fitnes pada fitur ini anda bisa melihat berapa kalori yang terbakar, berapa detak jantung selama satu menit, detak jantung paling rendah dan paling tinggi dan ada juga fitur pernapasan.

Selain itu ketika anda terlalu lama diam dan dalam jangka waktu yang lama anda tidak melakukan aktifitas atau gerakan tubuh maka Apple Watch ini akan mengingatkan anda untuk melakukan aktifitas tertentu, misalnya berjalan satu menit, berdiri, bernapas, dll.

Hiburan

Sayangnya anda tidak bisa memutar lagu di Apple Watch ini tanpa Airpod, tetapi anda masih bisa memutar rekaman yang anda rekam seperti ketika presentasi anda ingin merekam percakapan diruangan tersebut dan memutarnya di Apple Watch Series 5. Namun saya tegaskan lagi ini tidak bisa jika digunakan untuk memutar lagu, harus menggunakan airpod yang harganya 4jt-an untuk barang originalnya.

Untuk game saya cukup terkesan karena Apple Watch masih bisa menampilkan game dengan grafis 3D, anda bisa menghubungkan sekor game pada iPhone ke Apple Watch. Tetapi tidak semua game di Iphone tersedia juga unuk Apple Watch, harus ada dukungan oleh developer gamenya.

Beberapa masalah ketika memainkan game di Apple Watch adalah kontrolnya yang amat terbatas. Kebanyakan memanfaatkan tombol scroll yang ada di sisi kanan Apple Watch dan input usap layar, selain itu saya tidak tau lagi karena memang ketersediaan game denga kualitas baik di perangkat ini masih sangat minim jangan berharap seperti android yang melimpah di Play Store.

Baterai

Sayangnya durasi pemakaian di Apple Watch Series 5 ini hanya cukup di pakai untuk seharian aja dan tidak bisa sampai 2 hari, kecuali jika apple watch lebih banyak diam munkin bisa sampai 3 hari. Untuk charging pada Apple Watch Series 5, smartwatch ini bisa diisi full dengan durasi pengecasan hingga sekitar 3 jam.

Saya pikir segitu dulu review saya mengenai Smartwatch Apple Watch Series 5 ini, jika ada yang pembeaharuan akan saya buat artike ke duanya. Terimakasi!

Review Drone Sultan DJI Inspire 2 Belinya Seken Seharga 41jt-an

Assalamualaikum gaes! pada artikel saya yang ke dua ini saya akan mereview drone dari DJI yaitu Inspire 2, Drone ini digadang-gadang sebagai drone terbaik untuk segmen sinematik videography. Drone ini saya beli dari Tokopedia dalam keadaan seken alias sudah bukan barang baru lagi, dengan harga 41jt-an dimana saya udah dapat paket drone plus kamera gimbal Zenmuse x4.

Drone DJI Inspire 2 ini merupakan drone yang saya impi-impikan dari dulu dan baru kebeli kemaren, nah dengan harga 41jt dalam kondisi seken, apa aja sih yang bisa saya dapat dari sebuah drone DJI Inspire 2? dalam paket pengiriman dari kurir, saya mendapatkan drone Inspire 2 lengkap dengan 4 baterai seken, remote, koper inspire 2, kamera gimbal dan accessories wajib seperti charger, dll namun tanpa papan kalibrasi vision (sensor sensor kamera) dan kabel usb female to female (untuk menghubungkan drone dengan PC). Info lengkap mengenai apa yang bisa anda dapatkan jika membeli drone baru DJI Inspire 2 ada disini https://dl.djicdn.com/downloads/inspire_2/20170315/Inspire+2-In+the+Box.pdf

Review

Secara fisik drone ini mirip sekali dengan robot yang ada pada film-film fiksi ilmiah, contohnya Terminator, karena kakak saya juga megatakan hal demikian. Dron ini memiliki sayap yg terbuat dari serat karbon yang dapat terbuka keatas, lalu datar dan menutup ke bawah.

Dalam hal sensor DJI Inspire 2 memiliki beberapa sensor untuk mendeteksi keadaan lingkungan disekitar supaya si drone nya tidak menabrak dinding atau suatu benda. Diantaranya ada 2 sensor sonar yang berada di bawah , sensor ini untuk mengukur jarak drone dari permukaan tanah, lalu ada 2 buah sensor kamera yang terpasang di depan, lalu di bawah ada 2 buah sensor kamera dan ada 2 sensor kamera diatas drone.

Dari pengalaman yang saya ketika memakai, drone ini memiliki kecepantan yang luar biasa ketika di udara, dalam mode sport drone DJI Inspire 2 dapat terbang dengan kecepatan hingga 95KM/Jam waow!! dan ketika drone ini di dorong oleh angin dia bisa terbang lebih dari 100KM/Jam. Namun jujur agak ngeri menerbangan drone ini dengan ketinggian agak rendah karena takut kesenggol entah pohon, tiang bahkan ada juga isu drone Inspire 2 jatuh gara-gara di tabrak oleh burung.

Sebelumnya saya telah memiliki dron DJI Mavic 2 Pro (M2P) yang juga sama-sama drone yang bagus dikelasnya, namun DJI Inspire 2 tidak selincah M2P, munkin karena Inspire 2 lebih berat kali ya yaitu sekitar 3.2Kg Kemungkinan juga saya akan mereview drine DJI Mavic 2 Pro dan melakukan perbandingan antara Inspire 2 dan Mavic 2 Pro, yah walaupun kedua drone tersebut berada pada level yang berbeda.

Ngomong-ngomong soal sinyal, saya agak kecewa dengan yang satu ini karena DJI Inspire 2 mengusung teknologi lightbridge, dimana ada 2 mode yaitu mode FCC dan ECC dan di Indoensia drone ini menggunakan mode ECC yang membuat saya kesal karena dalam mode ini drone terbang tidak lebih dari 1KM. Sedangkan teknologi terbaru dair DJI pada waktu itu adalah teknologi Ocusync yang lebih canggih.

Kamera dan Gimbal

Port gimbal pada drone DJI Inspire 2 hanya kompatibel dengan 3 jenis kamera yaitu Zenmuse x4, Zenmuse x5s dan Zenmuse x7. Dari ketiga varian kamera diatas kamera Zenmuse x7 lah yang paling mahal dan memiliki sensor kamera paling tinggi dan ukuran sensornya 35mm, ia bisa merekam hingga resolusi 5K 30fps, namun varian lensa yang ada di pasaran sangat sedikit untuk kamera Zenmuse x7 dan semuanya tidak tersedia fitur power zoom atau auto optical zoom, jadi satu-satunya cara untuk zoom-in dengan kamera Zenmuse x7 adalah mendekatkan drone dengan object / mengganti lensa optic. Harga 1 set kamera Zenmuse x7 dan 4 lensa optic nya sekitar 71jt, mantap kan? bisa dapat 1 drone baru lagi wkwkwkkwk.

Karena uang saya pas-pasan dan dalam paket pembelian hanya dapat kamera Zenmuse x4 jadi saya memesan lagi kamera Zenmuse x5s seperti pada foto diatas. Kenapa saya membeli kamera Zenmuse z5x padahal bukannya sudah ada kamera Zenmuse x4 dalam paket pembelian? dan kenapa tidak sekalian beli yang Zenmuse x7? Hasil foto dari jepretan kamera Zenmuse x4 agak mengecewakan, tak lebih baik dari kualitas foto pada drone Mavice 2 Pro, lalu ketimbang Zenmuse x7 ketersediaan varian lensa untuk Zenmuse x5s lebih banyak dan diantaranya bahkan ada fitur power zoom / auto optical zoom selain itu dari sisi harga kamera x5s dihargai 21jt dan x7 seharga 70jt-an beda jauh dan saya sendiri juga bukan seorang videography, hanya hobi saja.

Pada drone DJI Inspire 2 juga ada 2 slot memory, yaitu 1 slot memory sdcard dan 1 slot ssd khusus. Drone ini suport memory sdcard hingga 128GB namun ketika saya pasang memory 512GB drone tetap bisa di operasikan dengan baik dan dapat menyimpan foto-foto yang saya jepret. sedangkan untuk ssd ia menggunakan ssd jenis cinessd dari DJI dan tidak bisa dipasang dengan ssd komputer, lalu ketika menggunakan jenis ssd ini anda juga harus membeli lisensi cinemaDNG atau AppleProRes yang jika ditotal harganya sekitar 15jt-an, tanpa lisensi ini ssd nya tidak akan berguna.

Kekurangan

Dari pengalaman saya ada beberapa kekurangan dari drone ini dan kebanyakan menyakut masalah sinyal. Akhir-akhir ini drone ini sering lost sinyal padahal jarak remot dengan drone tak lebih dari 100M bahkan terkadang jarak tak lebih 10M sinyanya hilang ketika sering saya gunakan. Pernah suatu ketika drone ini mendarat secara mendadak di atap rumah orang karena remot tidak bisa mengendalikan drone.

Kekurangan yang kedua adalah ketika baling-baling di pasang pada motor-motor drone, ada ronga antara baling-baling dan motor yang menybabkan baling-baling terasa tidak melekat kuat dengan drone, adna bisa memperbaiki ini dengan membeli aksesoris khusus. Saya kira itu saja sih ulasan saya kali ini tentang drone Inspire 2, dengan semua kelebihan dan kekurangan yang saya sebutkan apakah anda juga berniat membeli drone ini?

Review Laptop Zephyrus S GX701GXR dan Boleh Dibeli Kalau Mau #Part 1

Halo semua, kali ini saya akan membuat artikel pertamaku di situs Myolshop.com. pada artikel kali ini saya akan mereview salah satu laptop sultan punya saya sendiri dimana saya membelinya pada tanggal 05 Agustus 2019 dan saya pakai sampai sekarang untuk kerja dan bermain game.

Ini adalah foto laptop Zephyrus S GX701GXR Saya

Sebelum ke topik review saya akan memberikan sedikit pengalaman saya ketika membeli laptop ini. Awalnya saya berniat membeli laptop ini secara online di Tokopedia dengan harga sekitar 56jt-an, namun karena pada waktu itu saya belum pernah SAMA SEKALI melakukan transfer uang di atas 10jt, jadi bikin saya takut jika uang saya kenapa-kenapa akhirnya saya membeli laptop in secara offline di tokonya langsung yaitu PEMMZ Jakarta. Jauh-jauh ke Jakarta sayangnya ketika di tokonya laptop ini tidak tersedia dan diharuskan memesan terlebih dahulu.

Ini adalah Nota Pembelian Laptop Zephyrus S GX701GXR dari PEMMZ Jakarta

Walaupun agak ribet membeli laptop sultan secara offline akhirnya kebeli juga, Namun sayangnya saya tidak mendapatkan mouse seperti yang dijanjikan. Mau gimana lagi ya, kalu mau komplain pun saya pastinya musti ke jakarta lagi buat ambil mousenya, karena waktu itu saya bener-bener masih belom reti soal kirim paket seperti JNE, TIKI, SiCepat, dll.

REVIEW

Balik ke topik utama, Laptop ini didesain untuk kalangan gammer namun faktanya saya memakai laptop ini untuk bekerja karena mengerjakan tugas di laptop super kenceng benar-benar enak banget apalagi Laptop ini saya sandingkan dengan mouse MX Master 3 dari logitech membuat pekerjaan saya menjadi lebih nyaman. Berikut sepesifikasi singkat laptop Zephyrus GX701GXR:

ASUS ZEPHYRUS S GX701GXR – I7R81T | I7-9750H | RTX 2080

Display : 17.3-inch Full HD (1920×1080) 240Hz 3Ms Anti-Glare
Processor : Intel® Core™ i7-9750H Processor 2.6GHz (12M Cache, up to 4.5GHz)
Memory : RAM 32GB DDR4
Hard Drive : 1TB SSD
Graphics : NVIDIA® GeForce RTX™ 2080 8GB GDDR6 Max-Q Design
Optical Drive : –
Operating System : Windows 10 Home (64bit)
Networking : Wi-Fi
Integrated 802.11 AC (2×2)
10/100/1000 Base T
Bluetooth
Built-in Bluetooth V4.0
Audio : 2 x 2.5W speaker with Smart AMP technology
Battery :
230W AC Adapter
Output: 19.5V DC, 11.8A, 230W
Input: 100~240V AC, 50/60Hz universal
Camera : –
Slots/Interface :

1x Type C 3.1 (Gen.1)
1x Type C 3.1 (Gen.2)
2x Type A 3.1 (Gen.1)
1x Type A 3.1 (Gen.2)//1x 3.5mm combo audio jack
System Dimensions : 39.9(W) x 27.2(D) x 1.87(H) cm
Weight : 2.6KG
Warranty : 2 Year Asus Warranty

Dengan sepesifikasi diatas sudah dipastikan semua game-game terbaru akan dilibas habis, jadi saya tidak perlu mereview game apa yang kompatibel atau setingan GPU yang cocok untuk memainkan game terbaru karena performa GPU RTX 2080 Max-Q merupakan GPU yang terbaik untuk laptop saat ini dan belum ada GPU mobile yang bisa mengungguli performanya sampai saat ini.

Sampai artikel ini saya tulisppun saya hanya menginstal beberapa game saja yaitu GTA V, PES2019, dan beberapa game lainnya yang jarang saya mainkan, Karena memang saya menggunakan laptop ini untuk bekerja ketimbang memainkan game. Jka anda ingin memainkan game dilaptop ini Saya yakin semua game-game terbaru akan berjalan lancar di laptop ini karena laptop ini memiliki GPU yang tebaik.

Lalu bagaimana soal sistem pendinginnya? Asus menempatkan 2 buah kipas fan dengan teknologi anti dust atau debu yang membuat kipas pada laptop ini memiliki umur yang panjang dan jeroan yang bersih dari debu karena mekanisme anti dust pada laptop ini adalah membuang keluar semua debu yang masuk melalui celah khusus sehingga debu yang masuk tidak akan menumpuk didalam laptop ini.

Namun sayangnya dengan adanya 2 buah kipas fan membuat laptop Zephyrus S GX701GXR sepertinya harus dimainkan di ruang ber AC, bukan karena overheating pada CPU atau GPU melainkan membuat ruangan kamar anda menjadi agak panas hal ini membuat laptop ini lebih nyaman jika di operasikan di ruangan yang lebih lega atau terbuka.

Kekurangan

Salah-satu kekurangan dari laptop ini adalah ada pada bagian lampu RGB keyboarnya yang sepertinya memiliki kualitas buruk atau ada yang berumur pendek. Jika anda melihat foto dibawah dengan seksama pada bagian tombol huruh E, tombol uruf B dan tombol angka 0 anda bisa melihat lampu RGB nya tidak mau mengeluarkan warna hijau, hal ini membuat pemandangan mata saya saat melirik keyboard menjadi terganggu dan terasa ada yang kurang pada laptop ini.

Selain itu pada fentilasi heatsink sepertinya ada yang penyok ditambah sparepart laptop ini yang jarang membuat saya agak kesulitan untuk mencari pengganti heatsinknya dengan yang baru.

Saya rasa itu dulu review laptop Zephyrus S GX701GXR, jika ada yang perlu saya tambahkan akan saya buat artikel part ke 2 nya terima kasih.