Review DJI Mavic Air, Apakah Di Tahun 2020 Masih Layak Untuk Di Beli?

Hai gaes, kali ini saya akan melakukan review drone DJI Mavic Air generasi pertama, karena beberapa hari yang lalu DJI mempublishasikan DJI Mavic Air 2 yang akan menggantikan generasi pertama di lini produk mavic air. Saya melihat begitu banyak perbedaan yang signifikan dan penambahan fitur-fitur yang melimpah di generasi ke-2 ini dibandingkan dengan generasi pertama, sehingga saya bertanya-tanya apakah DJI Mavic Air masih layak untuk di beli?.

Saya sebelumnya telah memiliki DJI Mavic Air sekitar february 2020 yang lalu, ini merupakan drone pertama saya, lalu saya membeli drone lagi yaitu DJI Mavic 2 Pro setelah itu beli lagi DJI Inspire 2, drone-drone tersebut saya pakai sebagai hobi saja. Saya membeli unit ini dengan harga sekitar 14juta untuk versi paket Fly More Combo, DJI menjual produk DJI Mavic Air dalam 2 versi yaitu versi Basic dan versi Fly More Combo.

Dibanding versi Basic yang hanya mendapatkan Unit Drone, Remote, 1 buah batery, charger saja, pada versi Fly More Combo saya mendapatkan 3 buah batery, 1 Unit Drone, 1 Remote, 1 Tas, Sparepart dan accessoris lengkap, lalu ada pelindung khusus supaya drone tetap aman ketika menabrak dinding.

Pengoperasian

Drone ini sangat mudah untuk dioperasikan, hanya perlu aplikasi DJI Go 4, akun DJI dan mendaftarkan produk yang masih baru ini ke database DJI, jika tidak ada permintaan pendaftaran produk berarti produk DJI ini adalah barang seken. Jadi intinya jika ini barang baru berati dia harus didaftarkan terlebih dahulu ke database DJI supaya bisa digunakan melalui aplikasi DJI Go 4 dan proses pendaftaran produk ini membutuhkan koneksi internet dan biasanya dia juga meminta untuk melakukan update firmware sehingga dibutuhkan baterai yang terisi penuh, selanjutnya drone bisa diterbangkan tanpa koneksi internet.

Jarak Terbang

Untuk jarak terbang saya sepertinya harus sedikit menjelaskan tentang sinyal FCC dan ECC, pada FCC sinyal radio dihasilkan dari tegangan sekitar 1.4v mengikuti regulasi radio pemancar yang ada di amerika sedangkan ECC sinyal radio dihasilkan dari tegangan 0.4v mengikuti regulasi yang ada di Uni-Eropa dan sayang sekali Indonesia mengikuti regulasi Uni-Eropa yaitu menggunakan sinyal ECC yang dihasilkan dari tegangan 0.4v berbeda sekali dengan FCC.

Pada DJI Mavic Air sebenarnya mendukung 2 jenis sinyal FCC dan ECC, hal ini akan secara otomatis aktif mengkuti lokasi GPS drone tersebut. Dari pengalam saya terbang dengan drone ini, DJI Mavic Air hanya mampu terbang dengan jarak 200m di area perumahan yang cukup banyak halangan seperti tembok rumah dan pohon, dan di area terbuka seperti sawah drone bisa terbang dengan jarak 400m.

Ketika membandingkan dengan DJI Mavic Air 2 dimana ia diklaim mampu terbang dengan jaran 5K di sinya ECC dan 10KM di sinyal FCC menurut kamu apakah Mavic Air generasi pertama ini masih layak untuk di beli?

Durasi Terbang

DJI mengklaim bahwa Mavic Air generasi pertama ini mampu terbang dengan durasi sekitar 21 menit, namun dalam praktik saya hanya mendapati bahwa DJI Mavic Air hanya mampu terbang sekitar 14 menit saja.

Jika dibandingkan dengan DJI Mavic Air 2 yang di klaim mampu terbang hingga 34 menit menurut kalian apakah DJI Mavic Air generasi petama masih worth-it di tahun 2020?.

Kamera

Drone ini memiliki sensor 12 Megapixel dengan 3-axis gimbal yang mampu mengambil gambar 4k dan video HD 60fps, ada banyak fitur pada kamera drone ini dan salah satu fitur yang saya sukai pada drone ini adalah pengambilan gambar panorama 360. Saya lebih sering menerbangkan drone ketinggian 120 meter untuk mengambil gambar panorama 360 lalu mengupload foto tersebut di Facebook, jadi membuat postingan facobook terasa beda dengan yang lain.

Namun bila dibandingkan dengan Mavic Air 2 yang memiliki sensor kamera 48 megapixel alias empat kali lipat lebih tinggi plus dengan fitur yang lebih melimpah dan lebih ditingkatkan bahkan bisa mengambil gambar 8K menurut kamu masih layak kah untuk di beli?.

Harga

Harga baru Mavic Air di tahun 2020 berkisar antara 7 sampai 8 jutaan untuk yang basic yang artinya harganya munkin sekitar 1 – 2 juta lebih mahal dibanding dengan DJI Mavic Mini versi fly more combo (di luar model versi Mavic Air) yang harganya sekitar 6jt-an dan Mavic Air 2 berkisar 12jt-an untuk versi basic. Namun harga mungkin akan lebih bervariasi jika harga barang bekas juga diikut sertakan,

Kesimpulan Dari Pengalaman

Jujur karena saya telah memiliki DJI Mavic 2 Pro, saya hampir tidak pernah menggunakan DJI Mavic Air lagi, drone nya lebih banyak nganggur di lemari dan menjadi penghias kamar tidur saya saja, munkin jika Mavic Air merupakan satu-satunya drone yang saya miliki pasti saya akan lebih sering menggunakannya.

Menurut pendapat pribadi apakah DJI Mavic Air generasi pertama masih layak untuk dibeli atau tidak saya berkesimpulan bahwa drone ini sudah tidak layak untuk dibeli mengingat harganya yang masih cukup mahal untuk drone dengan kamera 12 megapixel dan hanya mampu terbang 14 menit dengan jarak 200 meter-an, saya yakin anda akan merasa kurang.

Teman saya pernah mencoba menerbangkan DJI Mavic Pro yang harga sekennya sekitar 7jt-an hingga berjarak 17 Kilometer, bayangkan ketika anda memiliki drone Mavic Air yang hanya mampu terbang dengan jarak 200 meter-an saja dengan harga yang sama, namu ya itu semua terserah pendapat pribadi masing-masing sih kalo menurut saya.